Share on MyspaceSubmit to StumbleUponShare on Tumblr

Sumber: http://betungkerihun.dephut.go.id

Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), kawasan konservasi terluas di Propinsi Kalimantan Barat, terletak di Kabupaten Kapuas Hulu dengan luas total area sekitar 800.000 hektar. Topografi berbukit dan bergunung-gunung serta hamparan ratusan sungai-sungai karakteristik yang menonjol dari TNBK selain potensi keanekaragaman hayatinya yang luar biasa.

Karena keunikan bentang alam dan tingginya keanekaragaman hayati, TNBK memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik dan penuh tantangan. Silahkan klik peta di bawah untuk memulai penjelajahan dan petualangan Anda di TNBK. Kesempatan bagi para peneliti untuk mengeksplorasi potensi keanekaragaman hayati atau mengkaji topik-topik tertentu (seperti antropologi, sosiologi, dll) di TNBK atau di sekitar kawasan juga masih terbuka lebar.

Wisata Taman Nasional Betung Kerihun

Wisata

Apakah anda seorang petualang?
Anda seorang ilmuwan?
Atau anda seorang pecinta flora dan fauna?
Taman Nasional Betung Kerihun jawabannya !!

Taman Nasional Betung Kerihun dengan letak di tepat di jantung Borneo merupakan kawasan hutan hujan tropis  kondisi alam yang relatif masih alami merupakan salah satu destinasi wisata eksotis yang masih tersembunyi dari dunia.

Wisata yang terdapat di taman ini tidak seperti taman nasional lain yang bersifat mass-tourism tapi lebih kepada petualangan (adventure) dan pendidikan (education).

Kawasan taman nasional Betung Kerihun terdiri atas 4 pintu masuk utama yang semuanya melalui sungai  dengan karakteristik atraksi wisata yang berbeda-beda untuk setiap DAS (Daerah Aliran Sungai). Paket-paket wisata yang disediakan pun juga telah dikelompokkan menurut karakteristik tiap-tiap pintu masuk.

DAS Embaloh

Das Embaloh merupakan kawasan paling barat dari Taman Nasional Betung Kerihun, sangat cocok bagi anda para pemerhati tumbuhan dan satwa endemik Kalimantan seperti Orangutan dan burung-burung enggang/rangkong serta tanaman-tanaman obat dan hias yang beraneka ragam.

Untuk menuju kesana, Anda harus menempuh perjalanan darat selama 3 jam sebelum beristirahat di Rumah Panjang atau di dusun wisata yang terletak dekat dengan kawasan taman nasional.

Wilayah DAS Embaloh dilengkapi dengan camping ground dan Menara Pengamatan Satwa. Bagi anda penikmat olahraga air, body rafting, whitewater trekking dan tubing merupakan atraksi wisata yang dapat diperoleh disini. Ada 2 (dua) paket wisata yang dapat anda pesan di DAS ini yaitu paket wisata pendek (3-4 hari) dan paket wisata panjang (5-6 hari).

Selain atraksi wisata alam, kearifan budaya masyarakat Dayak Iban yang bermukim di daerah hulu merupakan salah satu atraksi wisata budaya tersendiri.

Destinasi Wisata di DAS Embaloh

a. Pinjawan

Dusun Pinjawan merupakan pemukiman yang dihuni oleh komunitas Dayak Tamanbaloh.Penduduk Pinjawan lebih cenderung modern karena letaknya yang berdekatan dengan Kecamatan Benua Martinus.Penduduk Pinjawan juga telah tinggal di rumah panjang modern, berbahan kayu dan semen sebagaimana rumah-rumah pada umumnya.

Berbagai aktivitas living culture dari masyarakat Tamambaloh di Pinjawan dapat dinikmati oleh wisatawan. Masyarakat Tamambaloh memiliki bentuk perayaan adat yang masih dipegang kuat, yakni “Pamole Beo”, yang merupakan perayaan atas keberhasilan panen.

Perayaan ini dirayakan setiap habis musim panen pada bulan April atau Mei. Berbagai jenis kerajinan tangan siap untuk dijadikan suvenir bagi para wisatawan. Kerajinan utama dari masyarakat Pinjawan adalah manik-manik dan ukiran kayu.

b. Sungai Utik

Sungai Utik dihuni oleh sub etnis Dayak “Iban “.Sungai Utik bisa dikatakan sebagai pusat peradaban dari Dayak Iban.Di Sungai Utik terdapat satu rumah panjang tertua untuk sub etnis Dayak Iban.Dengan umur sekitar 30 tahunan, rumah panjang di sungai utik merupakan rumah panjang dengan desain yang sangat besar. Ada 28 pintu di rumah panjang tersebut, dan dihuni sebanyak 33 Kepala Keluarga .Rumah Betang Sungai Utik dibangun dengan menggunakan prinsip-prinsip yang sejak dahulu telah dipercaya oleh Orang Iban.

Kekayaan nilai adat, budayamasyarakat Iban masih dapat ditemui di Sungai Utik. Berbagai peninggalan nenek moyang masih terawat dengan baik di sini. Kerajinan tradisional yang menonjol di Sungai Utik adalah kerajinan berupa anyaman dari rotan dan bemban serta kain tenun tradisional.

Sebagaimana masyarakat Iban, Sungai Utik juga masih merayakan sebuah perayaan adat yang disebut dengan “Gawai” yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya, dan sering dirayakan bersamaan dengan hari Paskah (Kenaikan Yesus Kristus).

c. Sungai Sedik

Dusun Sungai Sedik juga dihuni oleh sub etnis Dayak Iban. Mereka juga menempati sebuah rumah panjang yang cukup tua (13 tahun). Ada 30 Kepala Keluarga yang menempati Rumah Panjang tersebut. Hampir seperti masyarakat di Sungai Utik, masyarakat di sini juga masih memelihara adat budaya mereka dengan baik.

Hal yang menarik di Sungai Sedik adalah bahwa di dekat Rumah Betang mereka terdapat sebuah air terjun yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bagi mereka.

d. Sungai Embaloh

Sungai Embaloh adalah jalur pertama bagi wisatawan untuk menikmati atraksi lain di dalam kawasan TNBK. Namun demikian, Sungai Embaloh sudah menyuguhkan atraksi yang menarik yang dapat dinikmati wisatawan. Berbagai jenis anggrek, dan burung-burung, seperti Pecuk Ular, Raja Udang dan Enggang Gading sesekali akan ditemui dalam perjalanan menuju hulu Sungai Embaloh ini. Bila pada pagi hari, dimungkinkan pula dapat ditemui Kelasi dan Kelampiau yang bergelantungan di pohon-pohon pada tepi jalur Sungai Embaloh.Beberapa riam dan formasi bebatuan yang unik merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan saat menyusuri Sungai Embaloh dengan menggunakan longboat. Ada beberapa lokasi yang adapt digunakan sebagai titik awal menyusuri Sungai Embaloh, yaitu Dusun Pinjawan, Kantor Bidang Pengelolaan Wilayah I Mataso dan Dusun Sadap yang merupakan Dusun paling hulu di Sungai Embaloh.

e. Karangan Laboh

Dijalur Sungai Embaloh, terdapat sebuah karangan yang disekitarnya menyimpan berbagai pemandangan unik. Letaknya yang berdekatan dengan Sungai Laboh, menjadikannya dinamakan Karangan Laboh.

Ada dua air terjun besar yang dapat dinikmati di Karangan Laboh, yaitu Air Terjun Laboh Besar dan Air Terjun Laboh Kecil. Untuk menuju air terjun,anda harus melakukanjungletrekking terlebih dahulu dan untuk meninggalkannya, aktivitas susur sungai menjadi hal yang harus anda lakukan. Selain itu, di Karangan Laboh juga terdapat sebuah jalur trail mendaki bukit, dengan puncaknya adalah sebuah menara pandang. Melalui menara tersebut anda dapat menikmati pemandangan Gunung Betung dari kejauhan. Di sekitar gardu pandang tersebut anda akan menemukan sebuah gelanggan asmara dari Burung ruai/Merak Kalimtan (Argusianus argus). Berbagai aktifitas wisata dapat anda lakukan di Karangan Laboh, mulai dari camping, jungle trekking, animal watching, fishing, canoeing hingga body rafting dari muara Sungai Laboh hingga Karangan Laboh.

f. Camp Derian

Camp Derian dapat dicapai dengan perjalanan menggunakan longboat menuju hulu Sungai Embaloh kemudian berbelok menyusuri Sungai Tekelan.perjalanan ini akan lebih menantang karena selain sungai yang dilalui lebih sernpit, beberapa riam juga telah menghadang.

Sebelum sampai di Camp Derian ada riam susur yang mengharuskan wisatawan menarik perahu. Memasuki Camp Derian, wisatawan akan disambutformasi pohon Ensurai di kanan kiri sungai. Camp ini adalah lokasi pemberhentian dimana banyak kegiatan wisata dilakukan disini. Terdapat beberapa jalur trail yang tersedia untuk wisatawan.

Pengamatan flora fauna terutama fauna dapat dilakukan disini. Beberapa jenis primata seperti Kelampiau (Hylobates muellerii), Presbytis frontata, Presbytis rubicunda, Macaca fascicularis, dan Macaca nemestrina adalah jenis-jenis yang akan ditemui di sekitar camp dan jalur trail. Terkadang, Orangutan (Pongo pygmaeus) menjadi bonus ekstra. Paling tidak, sarang Orangutan akan sangat sering ditemui di trail Camp Derian.

g. Gua Pajau

Dari Camp Derian, ada sebuah jalur trail yang menuju Gua Pajau. Gua Pajau adalah sebuah cerukan di tebing batu dengan ketinggian kurang lebih 50 m dari tanah.Lokasi ini sebenarnya adalah sebuah tempat berkumpulnya berbagai jenis satwa. Gua Pajau juga merupakan habita dari Enggang Badak (Buceros rhinoceros) dimana wisatawan akan dapat melakukan pengamatan dari jarak dekat. Selain itu jejak beraneka satwa, rontokan bulu dan jejak peristirahatan satwa akan sangat banyak ditemukan disini.

h. Riam Naris

Turun dari Gua Pajau, wisatawan dapat menuju Riam Naris yang merupakan tempat terakhir dimana perjalanan melalui Sungai Tekelan dapat dilakukan.Derasnya riam dengan bebatuan besar, menjadikan Riam Naris sukar untuk dilalui dengan perahu. Namun demikian, Riam Naris menyimpan keindahan tersendiri yang akan menyita perhatian wisatawan. Riam Naris dan percabangan Sungai Pajau merupakan habitat dari Ikan Semah (Tor spp.) dimana pada waktu musim kemarau, dibalik kejernihan air, wisatawan dapat melihat langsung banyak Ikan Semah di sini.

i. Gunung Betung dan Gunung Condong

Sungai Embaloh merupakam pintu utama pendakian Gunung Betung (1.150 m) dan Gunung Condong (1.240 m).

Pendakian ke puncak Gunung Betung dapat dicapai dalam 2 (dua) hari, Dimulai dari Matasso menuju Camp Derian di Sungai Tekelan yang memakan waktu satu hari, dilanjutkan menuju puncak dengan waktu tempuh setengah hari.

Sementara itu, untuk menuju Gunung Condong memerlukan waktu tempuhlebih lama, dari Camp Derian menuju puncak Condong memerlukan waktu 3 (tiga) hari, dengan waktu 1 (satu) hari perjalanan menuju kaki gunung di Sungai Pait, dan 2 (dua) hari untuk menuju puncak. Sementara itu hanya dibutuhkan waktu 1 (satu) hari untuk turun. Total waktu yang diperlukan untuk perjalanan ke Gung Condong adalah 5 (lima) hari dengan titik awal perjalanan Dusun Sadap.

DAS Sibau

Das Sibau adalah salah satu pintu masuk terdekat menuju kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Ditempuh tidak lebih dari 2 jam dari kota Putussibau, Anda akan langsung menikmati indahnya hutan hujan tropis Borneo. Untuk menuju kesana anda akan menempuh perjalanan darat selama 40 menit dan dilanjutkan dengan perjalanan air dengan waktu antara 2-4 jam tergantung kondisi air dan cuaca. Wisata unggulan di wilayah DAS Sibau yang akan anda peroleh adalah menyaksikan Orangutan hidup di alam liar, serta ikut dalam survey sarang orangutan yang sering dilakukan oleh para Pengendali Ekosistem dari pengelola kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Selain Orangutan, keindahan dan panorama alam yang berbukit-bukit dengan berbagai pohon yang besar sangat sayang untuk dilewatkan.

Destinasi Wisata di DAS Sibau

a.Uluk Palin

Secara geografis, Dusun Uluk Palin berada di Sungai Palin, yang merupakan dari Sub DAS Apalin. Namun demikian, untuk memudahkan pembagian Destinasi Wisata, Dusun Uluk Palin dikelompokkan dalam destinasi Sibau, mengingat jaraknya yang berdekatan. Dusun Uluk Palin dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit dari Putussibaudengan menggunakan kendaraan roda 4. Uluk Palin dihuni oleh sub etnis “Dayak”Tamambaloh. Di dalam “kampung” Uluk palin terdapat rumah panjang (rumah adat etnis dayak) tertua untuk keseluruhan etnis dayak. Rumah panjang tersebut dihuni turun temurun sebanyak kurang lebih 6 generasi, dengan umur rumah sekitar 100 tahun. Rumah Panjang ini memiliki panjang 286 meter, terdiri dari 54 pintu dan tinggi rata-rata dari permukaan tanah sekitar 9 meter. Tiang bangunan berasal dari jenis Kayu Belian (Eusideroxylon zwageri) beratapkan sirap dan masih diikat dengan rotan, tidak menggunakan paku. Banyak diantara keluarga yang tinggal dirumah ini masih memiliki artefak tua seperti gong, nekara, dan tajau. Masyarakat Tamambaloh di UlukPalin, relatif masih konvensional tidak seperti masyarakat Tamambaloh di Pinjawan mereka tidak selalu merayakan Pamole Beo tiap tahunnya.

b. Rumah Betang Bali Gundi

DayakTaman memang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan rumah panjang. Di Desa Sibau Hulu, terdapat satu rumah panjang besar yang disebut Baligundi. Rumah Betang Baligundi memiliki 23 bilik dengan total panjang 150 m. Beberapa bilik di Baligundi sengaja disediakan bagi para wisatawan yang ingin tinggal di sini. Wisatawan dapat menyewa bilik dan mendapatkan pelayanan dari pemilik bilik tersebut. Pelayanan yang diberikan adalah tempat tidur, makan dan minum, makanan kecil, dan layanan transportasi untuk menikmati atraksi wisata lainnya.

c. Dusun Nanga Potan

Dari Rumah Betang Baligundi perjalanan wisata di Sibau dapat dilanjutkan menuju Nanga Potan. Terlebih dahulu wisatawan harus menuju Dusun Tanjung Lasa dengan menggunakan sepeda motor, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan sungai menggunakan longboat menuju dusun paling hulu, yaitu Nanga Potan. Di Nanga Potan terdapat sebuag Guest House yang disediakan untuk para wisatawan menikmati wisata lain di Sibau, diantaranya Trail Menyakan (Orangutan Trek) dan Bengkal Jabun.

d. Orangutan Trek

Orangutan di wilayah DAS Sibau sangat sering melintasi tanah adat masyarakat di Nanga Potan.Saat ini telah banyak masyarakat di Nanga Potan yang terlatih untuk dapat menemukan Orangutan dan dapat menjadi guide bagi wisatawan untuk melakukan observasi orangutan. Trek ini dapat ditempuh selama kurang lebih 2 hingga 3 jam, pada jalur rnendatar, dan dilanjutkan dengan mendaki Bukit Mayas hingga sampai pada titik akhir yang berada di antara Sungai Maya dan Sungai Potan. Di sepanjang jalur ini wisatawan akan menemukan berbagai jenis pohon buah, bekas ladang masyarakat dan kebun karet yang dimiliki oleh beberapa penduduk di Nanga Potan.

e. Bengkal Jabun

Bengkal Jabun adalah nama tempat bertelurnya Buaya Katak (Crocodilus sp.) dan Buaya Sumpit (Tomistoma schegelli) yang terletak di pinggir Sungai Sibau. Tempat ini bias dijangkau dari Putussibau sekitar 1,5 jam berperahu motor, setelah melewati Pengkaran dan Nanga Potan. Buaya tersebut bertelur di tempat tertentu dan setiap musim kembali ke tempat semula. Bahkan buaya ini biasajuga dilihat di depan pos jaga TNBK di Nanga Potan.

Nanga Potan adalah pemukiman terhulu di Sungai Sibau yang dihuni oleh kelompok etnik Bukat dan Dayak Kantu’. Penduduknya tidak banyak namun kebun duriannya sangat melimpah. Pengkaran adalah areal bekas kampung Kayan yang terletak di hilir Nanga Potan. Di Pengkaran ini masih bias ditemui sisa-sisa alat batu asah, tangga kayu, dan parit pengaman rumah orang Kayan dari serangan musuh di zaman ngayau (berburu kepala) di masa lampau.

f. Gunung Lawit

Gunung Lawit (1.770 m) adalah gunung tertinggi di Kalimantan Barat yang pernah didaki.Pendaki dapat mengunjungi Post Resort Nanga Potan yang berada di Hulu Sungai Menyakan untuk mendapatkan informasi.Untuk mencapai Puncak Lawit, pendaki harus mendaki hingga hulu Sungai Peyang baru kemudian mendaki Gunung Lawit. Perjalanan pendakian puncak Lawit dapat dilakukan dalam waktu normal 6 (enam) hari. Di lokasi ini, dapat ditemukan spesies endemik bernama Musa lawitiensis yaitu spesies pisang yang hanya dapat ditemukan di bukit ini. Cukup jarang pendaki yang telah menaklukkan ketiga puncak ini. Kondisi alami jalur pendakian dan kondisi ekosistem di sini akan memberikan kepuasan tersendiri bagi para pendaki yang dapat menaklukannya.

g. Sungai Menyakan

Sungai Menyakan menawarkan pengamatan satwa berupa mamalia besar di banyak sepan di sekitar Sungai Menyakan dan memancing secara tradisional. Sebaran Sepan di Sibau banyak ditemukan di sepanjang Sungai Menyakan, sebelum mencapai Sungai Menyakan Kecil atau sekitar dua jam perjalanan menggunakan longboat dari pertemuan Sungai Menyakan dan Sungai Payo’.

DAS Mendalam

Daerah ini terletak di bagian tengah dari kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Topografi di wilayah ini cenderung berbukit-bukit dan curam dengan riam yang cukup berbahaya.

Bagi penyuka fotografi bentang alam, DAS Mendalam merupakan tempat yang tepat untuk berburu foto-foto bentang alam yang unik. Penyuka tantangan juga akan merasakan peningkatan level adrenalin sewaktu mengarungi sungai yang penuh dengan riam/jeram yang berbahaya.

Pada musim panas/kemarau, anda dapat menyaksikan satwa berkumpul di suatu padang luas (salt spring) untuk minum air yang berkadar garam cukup tinggi. Di sinilah lokasi terbaik untuk mengabadikan satwa-satwa tersebut dalam bentuk foto atau video.

Destinasi Wisata di DAS Mendalam

a. Nanga Sambus

Titik pertama yang dikunjungi di Mendalam adalah Dusun Nanga Sambus yang merupakan kampung Melayu. Melayu merupakan nama yang digunakan oleh masyarakat di Kapuas Hulu untuk menamakan kelompok masyarakat yang beragama Islam. Nanga Sambus dapat dicapai dalam waktu 15 menit dari Putussibau dengan menggunakan Longboat bermesin 40 HP atau melalui jalan darat menggunakan jalan darat yang memerlukan waktu kurang lebih sama. Di Nanga Sambus wisatawan dapat menikmati kesenian Islam diantaranya Tari Jepin dan Seni Musik Tar/Rebana.

b. Dusun Semangkok

Selama kurang lebih 20 menit perjalanan menggunakan longboat dari Nanga Sambus, terdapat pemukiman masyarakat DayakTaman di Dusun Semangkok. Sebagaimana masyarakat Taman lainnya, masyarakat Taman di Semangkok juga tinggal di Rumah Betang. Terdapat 3 rumah betang di Semangkok dimana di setiap rumahnya tinggal sebanyak 12-16 keluarga. Di Semangkok, untuk memasuki Rumah Betang, wisatawan akan disambut dengan Upacara tradisional yang disebut dengan “Potong Umpang”. Dayak Taman Semangkok memiliki sebuah metode pengobatan tradisional yang disebut Balian. Sebenarnya hampir setiap masyarakat Dayak memiliki metode pengobatan berbeda. Yang berbeda dalam Balian adalah, Balian menggunakan bebatuan untuk mengangkat penyakit dari tubuh pasien . Masyarakat Dayak Taman di Semangkok juga memiliki pemakaman tradisional yang disebut “Kulambu” yanq terletak di tepi Sungai Mendalam. Masyarakat Dayak Taman tempo dulu tidak melakukan penguburan mayat namun ditempatkan dalam sebuah peti kayu mirip rumah yang disebut Lungun.

c. Desa Tanjung Karang Padua dan Datah Dian

Desa Tanjung Karang dan Padua terletak di pinggir Sungai Mendalam dan dihuni oleh masyarakat DayakKayan. DesaTanjung Karang, Padua dan Datah Dian bias ditempuh dengan perahu motor dan memerlukan waktu sekitar satu jam untuk mencapainya.Dayak Kayan mempunyai budaya yang juga unik,berbeda dengan Dayak Iban dan Tamambaloh. Kayan lebih mirip dengan Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Atraksi wisatanya adalah keunikan budaya dan upacara adat yang besar diselenggarakan sekitar bulan April dan September saat matahari berada di garis Khatulistiwa yang disebut Dange. Dange merupakan perayaan masyarakat Kayaan atas panen yang melimpah. Dange dilaksanakan di tiap dusun, dan kemudian pada puncaknya dilakukan Dange Besar yang dirayakan bersama oleh seluruh masyarakat Kayaan. Dalam dange ditampilkan berbagai macam seni budaya Kayaan, mulai dari pakaian, tari, musik, nyanyian hingga makanan dan minuman tradisional. Selain itu masyarakat Kayaan juga memiliki kesenian yang khas berupa seni pembuatan mandau, seni ukir, hingga seni tato.

d. Dusun Nanga Hovat

Dusun Nanga Hovat merupakan pemukiman dari Masyarakat Dayak dari sub Etnis Bukat. Tidak seperti masyarakat Dayak lainnya, orang Bukat tidak tinggal di rumah panjang, karena tidak sesuai dengan pola hidup mereka yang masih senang berburu dan mengumpulkan hasil hutan non kayu. Wisatawan dapat menikmati atraksi living culture mereka secara tradisional, diantaranya adalah Pembuatan Sagu secara tradisional (Mahap), berburu secara tradisional (Ngasu), membuat obor, pembuatan Tajem (Sumpit), musik tradisional dan tari-tarian.

e. Camp Mentibat

Camp Mentibat merupakan camp yang berada dibatas wilayah TNBK, di sebelah hulu Dusun NangaHovat yang ditujukan untuk stasiun penelitian danakomodasi bagi wisatawan. Mentibat merupakan titik awal aktivitas observasi keanekaragaman hayati dan berbagai kegiatan wisata di dalam kawasan TNBK. Telah terdapat jalur trail dengan jarak kurang lebih 1km dan plot permanen yang sering digunakan untuk pengamatan dan penelitian. Berbagai jenis tanaman yang dapat diamati di sini diantaranya adalah Bengkirai (Shorea leavis), Meranti Merah (Shorea lamelata), Kempas (Kompassia excelsa), Kapur (Dryobalanopsaromatica), Kayu malam (Diospyros sp.), BlueLeaved Palm (Licuala borneensis), Perupuk (Pandanus sp.), dll. Untuk fauna, dapat ditemukan jenis Babi hutan (Sus barbatus), Kancil (Trangulusnapu) dan primata berupa Kelampiau (Hylobathesmuellerii) .Di Sekitar Camp Mentibat juga terdapat banyaksepan bagi wisatawan yang ingin melakukan pengamatan mamalia besar. Di sekitar Sungai Mentibat dan Sungai Hovat terdapat tidak kurangdari 12 sepan yang layak untuk dikunjungi.

f. Mendalam-Kapuas Trek

Di masa lalu, masyarakat Bukat sering melakukan perjalanan untuk berburu dan mencari pohon sagu. Salah satu rute yangdilalui adalah Hulu Sungai Mendalam (Nanga Hovat) Hingga Hulu Sungai Kapuas (Dusun Matalunai) yang memiliki jarak kuranglebih sejauh 20 km. Namun karena rutenya yang melintasi bukit dan hutan belantara, rute ini dapat ditempuh dalam waktu satu hari untuk orang Bukat yang paling kuat. Namun untuk wisatawan, rute ini dapat ditempuh dalam waktu tiga hari.Perjalanan ini sangat menarik, dimana wisatawan dapat menikmati perjalanan menyusuri hutan belantara, sungai kecil, mendaki bukit, dengan hiburan berupa pemandangan yang menarik, serta flora dan fauna yang unik.

DAS Kapuas

Kapuas sebagai sungai terpanjang di Kalimantan sudah sangat terkenal akan keeksotisannya. Daerah ini sangat kaya dengan wisata petualangan dan olahraga air. Dengan medan air tersulit diantara pintu masuk lainnya, kawasan Kapuas merupakan surga bagi penggemar olahraga air yang ekstrim. Selain arung jeram dengan grade IV-V beragam olahraga air lainnya dapat dilakukan disini seperti waterboarding, tubing maupun body rafting dan kayaking. Selain olahraga air, Kapuas kaya akan perbukitan dan gua-gua kapur sehingga menarik untuk para penyuka tantangan caving dan panjat tebing. Ada tebing yang cukup menantang di perhuluan Kapuas baik yang sudah pernah ditaklukkan maupun yang benar-benar masih virgin. Bagi penyuka trekking jarak jauh, Kapuas merupakan pintu utama napak tilas George Muller dalam ekspedisi menelusuri Kapuas – Mahakam. Perjalanan trans Kalimantan (Kalbar – Kaltim) ini dapat ditempuh selama 7 hari dengan melintasi hulu sungai Kapuas kemudian dilanjutkan dengna trekking melewati pegunungan Muller sebelum akhirnya bertemu dengan hulu Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Trekking ini dimulai dari Putussibau (Kapuas Hulu) menuju Nanga Bungan dimana perjalanan menggunakan speedboat ini ditempuh dalam waktu 9-10 jam sebelum wisatawan beristirahat di resort Nanga Bungan. Apabila hari masih siang dan cuaca juga mendukung, perjalanan dilanjutkan menuju desa paling hulu yaitu Tanjung Lokang. Desa ini relatif cukup besar dan ramai karena di desa ini dahulu merupakan pusat perdangangan sarang burung walet dan emas. Dari desa ini, anda yang berjiwa petualang akan diajak melewati lebatnya hutan di Taman Nasional Betung Kerihun dan menyeberangi sungai serta mendaki pegunungan Muller sehingga akhirnya sampai di hulu Sungai Mahakam sebelum turun menuju kota Samarinda Kalimantan Timur.

Destinasi Wisata di DAS Kapuas

a. Bungan dan Tanjung Lokang

Bungan dan Tanjung Lokang merupakan pemukiman dari Dayak Punan Hovongan. Tidak seperti dayak lainnya, mereka tidak tinggal di rumah panjang. Namun demikian, mereka memiliki berbagai keunikan tradisional, yang memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Desa Bungan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jamdari Putussibau dengan menggunakan longboat bermesin 15 HP. Sementara itu Tanjung Lokang adalah desa yang berada didalam kawasan TNBK yang dapat ditempuh dalam waktu 3-5 jam dari Bungan. Tanjung Lokang sangat menantang, karena memiliki banyak riam yang mengharuskan menarik perahu untuk melewati riam tersebut.

b. Arung Sungai dan Jeram

Daerah TNBK bagian timur khususnya Sungai Bungan dan sekitarnya memiliki banyak jeram dan arus sungai yang menantang dengan tingkat kesulitan 3 – 5. Ada dua jalur yang dapat digunakan,yakni jalur Riam Matahari-Bungan-Nanga Lapung dan Jalur Tanjung Lokang-Bungan-Nanga Lapung. Jalur pertama akan melalui riam lapan yakni riam yang bersusun hingga delapan tingkat. Untuk jalur kedua melintasi tiga jeram (Bakang,Homatop, dan Hororoy). Panjang jalur masing masing kurang lebih 7 km. Kelas riam di dua jalur ini berkisar antara 3-5.

c. Ekspedisi Kapuas-Mahakam (Cross Borneo from West to East)

Salah satu rute petualangan ekstrim di Kapuas adalah perjalanan Kapuas-Mahakam. Rute ini adalah rute bersejarah dari Dr. Neuwenhuis pada tahun 1894 dimulai dari Sungai Kapuas di KalimantanB arat menuju Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 7 (tujuh) hari ini melintasi Pegunungan Muller yang merupakan kawasan TNBK lalu turun di Atekop di hulu Sungai Mahakam.

d. Keriau

Keriau adalah anak Sungai Kapuas yang cukup panjang dan hulunya berada di dekat Gunung Kerihun. Seperti halnya daerah Tanjung Lokang, daerah Keriau banyak mempunyai gunung-gunung kapur yang antik dan gua sarang burung walet di dalamnya. Bentukan gunung kapur di wilayah ini memberikan pemandangan yang sangat indah dan atraksi wisatanya adalah panjat tebing dan speleologi. Sedangkan Sungai Keriaunya berwarna agak kemerahan karena pengaruh hutan gambut dan rawa-rawa . Tidak kurang dari 55 gua besar dan kecil, dangkal atau dalam, maupun yang hanya berlubang/pintu satu atau lebih. Sebagian dari gua dihuni oleh Burung Walet dan sarangnya dimanfaatkan oleh penduduk. Oleh Orang Punan Hovongan yang bermukim di Tanjung Lokang, gua yang disebut “diang” yang atinya “lubang gua”. Beberapa Gua di TNBKyang layak menjadi tujuanEkspedisi Gua antara lain:Gua Kaung I, Gua Kaung II Gua Arong, Gua Pakau, Gua Puun Lunuk, Gua Doro, Gua Puun Peang,Gua Tolo, Gua Tolo Cutang, Gua Utok Umo, Gua Boro Osong, GuaKemurun I,Gua KemurunII, Gua Tahapun Cutang, Gua Sungai Singom, GuaSio dan Gua Diang Baka.

Cara Berkunjung

Sebagian besar pengunjung yang memasuki kawasan Taman Nasional Betung Kerihun melalui Kota Putussibau yang terletak 600 km timur laut Kota Pontianak. Kota Pontianak merupakan pintu gerbang utama menuju Kota Putussibau. Ada beberapa maskapai penerbangan yang menuju ke Pontianak dari berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta dan Batam, antara lain: Garuda Indonesia, Lion Air, Batavia, dan Sriwijaya.

Perjalanan menuju Putussibau dari Pontianak dapat ditempuh dengan pesawat dan kendaraan darat.

Dengan pesawat:
Trigana Air
Supadio Airport
Phone (0561) 725515
Pontianak – Putussibau
Berangkat : Kamis & Sabtu

Dengan kendaraan darat (12 – 15 jam):

Moda Transportasi
Taksi/Taxis Bis/Buses
Arjuna Pratama
HP: 08125698178
Perintis
Alamat:
Jl. Kapten Marsam
Komplek Kapuas Indah
Blok A No. 1-2 – Pontianak
Phone (0561) 767886
Win-Win
Jl. Sutoyo No. 69
HP: 081352065619

Valenty
Alamat:
Jl. S. Parman – Putussibau
Phone (0562) 56721902


Incoming search terms: